Berita Baru, Tuban – Salah satu kunci kesuksesan untuk mencetak generasi Islam yang unggul yaitu dengan Pernikahan, melihat kondisi trend meningkatnya angka perceraian di masa pandemi Covid-19. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama’ (LKK NU) Tuban adakan Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin (Bimwincatin) selama dua hari mulai tanggal 12-13, di gedung PCNU Tuban lantai dua Jl. Pangeran Diponegoro No.17 pada, Sabtu (12/12).

Dalam kegiatan tersebut turut Hadir, Ahmad Tasyhudi perwakilan PCNU, Mohammad Qosim perwakilan Kemenag Tuban, dan 30 peserta dari beberapa Catin yang di undang.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk menekan angka perceraian serta bimbingan keharmonisan berkeluarga. Sebab kurun waktu 2018-2020 tingkat perceraian di Kabupaten teruslah meningkat.

“Tahun 2018 angka perceraian di Kabupaten Tuban mencapai 2.500, kemudian pada tahun 2019 berjumlah 3.738 yang sudah masuk di Pengadilan Agama Kabupaten Tuban. Sehingga ini menjadi tugas bersama untuk menekan angka perceraian,” tutur Kang Aji Dahlan Ketua LKK NU Tuban.

Berita Terkait :  Petani Tuban Protes, Proyek Jalan Lingkar Tutup Saluran Irigasi

Dalam pandangannya, Menikah bukan sesuatu hal yang boleh dilakukan secara asal-asalan. Pernikahan memerlukan kemampuan, persiapan, dan pertimbangan matang. Jika tidak, menikah hanya sebatas mempertemukan dua insan yang berhasrat. Setelah itu, mereka akan kehilangan ruh dan tujuan pernikahan.

“Setidaknya pelatihan ini memberikan kemampuan dasar tentang cara membangun mahligai rumah tangga yang sakinah mawadah warohmah, tujuan pernikahan, hak kewajiban suami dan istri,” tutup Kang Aji.

Lebih lanjut Ahmad Tasyhudi selaku perwakilan PCNU Tuban dalam sambutannya menjelaskan, jika LKK NU merupakan lembaga dibawah naungan NU, yang memfokuskan seluruh programnya untuk mendorong kemaslahatan umat.

“Kami mengharap kegiatan pra nikah ini terus dilakukan. Sehingga dalam niatan untuk mendorong keluarga sakinah bagi pengantin bisa terwujud,” tutur Tasyhudi.

Mas Tasy sapaan akrabnya menambahkan, kegiatan ini perlu adanya akselerasi untuk menekan angka perceraian.

“Dalam hal ini tentunya adanya sinergitas antar lembaga NU dan pemerintah untuk berbagi peran dalam mewujudkan Tuban minim perceraian,” ucapnya.

“Kami selaku perwakilan PCNU Tuban sangat mengapresiasi atas terselenggaranya Bimwincatin ini. Semoga setiap tahun, LKK NU bisa menyelenggarakannya,” imbuhnya.

Berita Terkait :  Kisah Para Korban Pesawat Sriwijaya Air: Akan Gelar Ngunduh Mantu, Ulang Tahun Hingga Hamil Muda

Senada yang disampaikan, Mohammad Qosim selaku Kepala Seksi Bimbingan Mayarakat Islam Kemenag Tuban menjelaskan, sebenarnya bimbingan nikah ini juga dilakukan oleh Kemenag Tuban di awali tahun 2017. Namun kegiatan ini selalu terkendala peserta yang sangat sulit untuk datang.

“Setiap tahun pengantin di Tuban menembus angka 10.000 ribu. Namun yang mendapatkan bimbingan tidak sampai tembus angka 45 persennya,” tutur Qosim.

Qosim juga berharap para peserta pelatihan mengikuti sampai selesai. Sebab menurutnya, nanti menjadi bekal dalam membangun rumah tangga.

“Banyak bekal yang harus dipersiapkan, baik kedewasaan berfikir, kesiapan mental dan lain sebagainya. Semua itu perlu ditata,“ tutup Qosim. (Wan/Dur)

Facebook Comments Box
Iklan

Tinggalkan Balasan