Berita Baru, Tuban – Desa Ngino Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban menangkan perlombaan anugerah wisata Kabupaten Tuban tahun 2021 kategori wisata alam.

Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Nomor 188.45/14/KPTS/414.102/2021 tentang Perlombaan Anugerah Wisata Kabupaten Tuban.

Adapun empat kategori yang diperlombakan, di antaranya wisata alam, wisata buatan atau desa wisata, wisata budaya dan wisata religi.

Perlombaan yang diadakan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban itu menetapkan 12 pemenang dari 4 kategori yang salah satunya adalah Sendang Asmoro Desa Ngino.

Wawan Hariyadi Kepala Desa Ngino menceritakan, awalnya mengikuti anugerah wisata Tuban mendapat informasi dan rekomendasi dari pihak Kecamatan Semanding.

“Pihak kecamatan merekomendasi potensi masing-masing desa. Karena Ngino desa berbasis alam mangkanya pihaknya diikutkan seleksi kategori wisata alam,” jelasnya ketika dikonfirmasi Bertabaru.co biro Tuban Sabtu (12/06).

Berita Terkait :  Cegah Penyebaran Covid-19 di MPU dan Bus Melintasi Tuban, Semprotkan Disinfektan serta Bagikan Masker

Lebih lanjut Wawan sapaan akrabnya menuturkan, capaian yang telah dilakukan menjadi pemicu semangat lebih tinggi untuk mencapai visi-misi desa yang telah menjadi komitmen bersama, yaitu desa wisata nasional.

“Tentu kita tidak boleh berpuas diri, masih panjang cita-cita menuju desa wisata nasional jadi sesuai visi misi menjadi desa wisata tingkat nasional. Tidak boleh berhenti sampai disini. Harus menggali potensi yang lain,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, nantinya potensi yang ada akan saling diintregrasikan. Hal itu untuk lebih mengenalkan Desa Ngino dengan segala potensinya. “Tentu tujuannya bisa memberi manfaat untuk masyarakat,” tegasnya.

Adapun setelah memenangkan lomba tersebut, menurutnya ia dan jajan pemerintah desa akan mengupayakan pengembangan secara bertahap.

Berita Terkait :  Jaringan Masyarakat Sipil Lakukan Advokasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

“Target sampai 2025 pengembangan meliputi; pengembangan area outbound , Bukper (bumi perkemahan), Kampung Legen, Ekowisata Kali Andong, wisata berbasis edukasi (rumah jamur, kerajinan linting gedebok atau kulit pohon pisan),” pungkasnya.

Tak lupa, ia berharap nantinya elaborasi semua potensi yang dilakukan kembali memberi manfaat masyarakat.

“Tentu tantangan tidak mudah, salah satunya akses menuju Ngino masih menuju kendali, tapi tidak boleh berdiam diri harus berkomunikasi dengan stakeholder, pihak terkait, maupun pemda. Semoga semua kendala bisa teratasi,” tutupnya. (Mam/Wan).

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini