Berita Baru, Tuban – Pemerintah Desa Jetak, Kecamatan Montong menggelar lomba panen raya di tengah pandemi Covid-19 diikuti 22 petani di desa setempat.

Proses perlombaan dimulai sejak 2 sampai dengan 10 Maret. Masing-masing peserta memperbutkan hadiah uang tunai. Nilai juara pertama mendapatkan satu juta rupiah, kedua Rp750 ribu dan bagi juara ketiga mendapatkan Rp500 ribu. Sedangkan, tiga juara harapan mendapatkan masing-masing Rp 250 ribu.

Kegiatan tersebut, bertujuan memotivasi lumbung pangan bisa terjaga dengan baik, bahkan diharapkan melimpah. Sebab dirasakan pandemi Covid-19 sangat memukul hampir sebagian besar sendi-sendi perekonomian di Indonesia. Bahkan imbasnya juga merembet ke ketersediaan lumbung pangan. Karena ruang gerak dibatasi, membuat hasilnya tidak maksimal, dengan dalih untuk mengendalikan penyebaran wabah korona.

Berita Terkait :  Teks Lengkap Pidato Ketum PBNU pada Pembukaan Harlah ke-95

Kepala Desa Jetak, Zakky Mubarrok Aly menjelaskan kegiatan itu bertujuan memompa greget atau semangat petani untuk meningkatkan produksi pertaniannya.

“Ini baru pertama kali, dan semoga kedepan bisa jadi event tahunan, ukurannya desa bisa maju, dari hasil pertanian yang melimpah ruah, ujungnya perekonomian desa bisa meningkat,” tutur Zakky sapaan akrabnya.

Di lokasi yang sama, Camat Montong, Suwoto mengatakan, Kecamatan Montong merupakan salah satu penghasil padi terbaik setelah Plumpang dan Widang. Dibuktikan rata-rata hasil panen padi, sehektar bisa mengeluarkan hasilnya 9 ton lebih.

“Tahun 2019, Alhamdulillah kita menang juara tiga tingkat kabupaten. Waktu itu yang kita ikutkan kebetulan Desa Pucangan,”kata Suwoto.

Tak lupa Suwoto berharap Inovasi seperti ini harus dilakukan, selain semangat untuk meningkatkan produksi. Hal tersebut bisa evaluasi untuk tanam berikutnya, agar hasilnya lebih memuaskan.

Berita Terkait :  Memberdayakan Perempuan Melalui Laki-Laki: Pengalaman dan Program Konkret Kepala Dinas DP3A Sulteng Ihsan Basir

“Kami berharap bisa digelar secara rutin, tiap tahun ada. Tingkat Kecamatan juga akan memuat biar nyambung. Jadi antar desa, produk pertaniannya,” tuturnya.

Ketua Panitia lomba Panen Raya, Miftahul Huda menuturkan, jika teknis penilaian menggunakan cara ubinan atau ukuran 6,25 meter persegi. Digunakan untuk mengambil hasil panen padinya. Kemudian dua ubinan diambil, lalu dirontokan bulir padinya, kemudian ditimbang hasilnya.

“Dari dua ubinan kita timbang, kemudian dibagi dua dan dikalikan seribu enam ratus. Sebab asumsinya, sehektar lahan bisa dipanen mencapai 1600 ubinan,” ungkapnya. (Mam/Wan)

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini