Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Prioritaskan Vaksin Untuk Tenaga Kesehatan, dalam Sepekan Kedepan Tiba di Tuban
sumber Gambar : health.detik.com

Prioritaskan Vaksin Untuk Tenaga Kesehatan, dalam Sepekan Kedepan Tiba di Tuban

Berita Baru, Tuban – Pemerintah telah mendistribusikan vaksin Covid-19 untuk pelaksanaan vaksinasi serentak yang akan segera dilaksanakan di 34 provinsi. Program tersebut dilakukan dengan menyiarkan secara langsung.

Tujuan kegiatan vaksinasi serentak tersebut, demi meningkatkan kepercayaan dan partisipasi publik dalam program vaksinasi gratis secara bertahap. Adapun Tiga Kelompok yang menjadi sasaran vaksinasi serentak meliputi:

Kelompok pertama, meliputi pejabat publik pusat dan daerah. Presiden, Menteri, Gubernur Panglima, Jendral, Kepala Dinas Kesehatan, Sekda, Pangdam, Kapolda, dan Direktur Utama RSUD Rujukan Covid-19.

Kedua, Pengurus asosiasi profesi tenaga kesehatan dan ‘key leader’ kesehatan daerah.

Ketiga, tokoh agama daerah berisikan perwakilan Nahdlatul Ulama, perwakilan Muhammadiyah, Perwakilan Organisasi Kristen, Katolik, Budha, dan Hindu.

Untuk tahap pertama telah dikirim sebanyak 700 ribu dosis vaksin di 34 Provinsi, sedangkan untuk Jawa Timur pendistribusian vaksin Covid-19 Telah tiba di Surabaya pada senin (4/01).

Menangapi hal tersebut, Dinas Kesehatan Tuban Bambang Priyo Utomo menyatakan, Pihaknya belum menerima Vaksin.

“Dari Pak Wakil Menteri (Dante Saksono Harbuwono, Red) katanya di Kabupaten/Kota Tanggal 14-15 Januari 2021,” tuturnya.

Selain itu juga Bambang sapaan akrabnya, menunturkan selain persiapan vaksin dalam proses pendistribusian, alat pengaman diri (APD) dan BHP juga sudah proses kirim.

Dalam hal ini, Kabupaten Tuban mengusulkan 3.636 vaksin untuk pendataan awal, yang diprioritaskan bagi pekerja di fasilitas kesehatan atau tim medis.

Perlu diketahui, Kabupaten Tuban masuk dalam kategori merah sebaran Virus Corona. Per Selasa (05/01), tambahan 28 kasus baru, hingga angka kumulatif Covid-19 di Tuban mencapai 1.946 kasus. Dengan rincian, 1.311 sembuh, 432 dirawat, dan 203 meninggal. (Mam/Mam)