Berita

 Network

 Partner

Program Patra Daya: ExxonMobil dan LSM Lentera Bahari Institute Harapkan Kualitas Sarana Publik Semakin Baik

Program Patra Daya: ExxonMobil dan LSM Lentera Bahari Institute Harapkan Kualitas Sarana Publik Semakin Baik

Berita Baru, Tuban – Dalam rangka peningkatan kualitas sarana publik, baik akses ekonomi, kesehatan dan pendidikan bagi masyarakat ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berikan Program Aksi Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat (Patra Daya) di Kecamatan  Plumpang dan Palang Tahun 2021.

Adapun 3 desa yang menerima program CSR dari EMCL tersebut, yaitu di Desa Sumurjalak Kec. Plumpang, Desa Cendoro dan Desa Karangagung Kecamatan Palang yang bekerjasama dengan LSM Lentera Bahari Institute sebagai pendamping program.

Bertempat di masing-masing balai desa yang menerima program tersebut, Kamis (09/09/2021) dilakukan sosialisasi di Balai desa Sumurjalak Kecamatan Plumpang, Balai Desa Cendoro Kecamatan Palang. Sosialisasi tersebut, dilakukan oleh Joni Wicaksono selaku penanggungjawab program EMCL bersama M. Harun selaku ketua LSM Lentera Bahari Institute (Mitra Pendamping Program) bersama tim.

Dalam Sosialisasi ini dihadiri oleh Pemerintah Kecamatan, semua jajaran pemerintah desa, BPD, lembaga desa, tokoh masyarakat, karang taruna dan PKK dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat.

Berita Terkait :  Dirintis Sejak Kelas 5 SD, Kini Fasta Bakery Raup Omzet Rp50 juta perbulan

Selaku perwakilan dari EMCL, Joni Wicaksono menyatakan Program   Patra   Daya   di   Kecamatan   Plumpang dan Palang tahun 2021   merupakan program peningkatan kualitas sarana publik.

“Diharapkan keberadaan EMCL sebagai KKKS dan Operator Blok Cepu bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain itu, menurutnya adanya program tersebut untuk menjaga hubungan baik antara EMCL dengan Pemerintah dan masyarakat di Tuban.

Mitra pendamping program, M. Harun Ketua LSM Lentera Bahari Institute menyampaikan, program tersebut dilaksanakan bekerja sama antara pemerintah setempat, warga Desa, karang taruna dan tokoh masyarakat desa dengan dibentuk Tim Pelaksana (TIMLAK) dan Lentera Bahari Institute sebagai Pendamping Program yang ditunjuk oleh ExxonMobil Cepu Limited.

“Kami akan berkoordinasi dan mendampingi mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, monitoring sampai pertanggungjawaban program. Termasuk diantaranya adalah akan dilaksanakan pelatihan kepada tim pelaksana sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dan transfer knowledge (pengetahuan),” jelasnya.

Berita Terkait :  Ketua Tim Penggerak PKK Tuban Pantau Langsung Optimalisasi Lahan Pekarangan di Kecamatan Jenu

Sebagai salah satu desa yang menerima program tersebut, H. Jinawan selaku Kades Sumurjalak Kec. Plumpang menuturkan dalam musyawarah desa program Patra Daya dari EMCL tahun 2021 dengan disepakati dalam bentuk kegiatan pembangunan Gedung pertemuan PKK dan Karang Taruna Desa Sumurjalak.

“Semoga pembangunan ini bisa terlaksana dengan baik dan bisa dimanfaatkan oleh ibu-ibu PKK untuk berkegiatan dan dipakai Karang Taruna untuk melakukan kreativitas,” tegasnya.

Tak kalah penting, ia juga berpesan agar Timlak mampu memaksimalkan bantuan dari EMCL sehingga bisa termanfaatkan.

Mewakili Camat Plumpang, Nugroho Kasi PMD Kecamatan Plumpang turut mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap program Patra Daya dari EMCL.

“Semoga memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat Desa Sumurjalak Kec. Plumpang,” tegasnya.

Berita Terkait :  Tiga Pengedar, dan 7.222 Butir Double L Disita Satnarkoba Polres Tuban

Jika Desa Sumurjalak Kec Plumpang bentuk kegiatannya berupa pembangunan Gedung pertemuan PKK dan Karang Taruna, beda cerita yang dilakukan oleh Desa Cendoro Kec Palang.

Menurut Yuli Eko Utomo selaku Kades Cendoro Kec Palang, pihaknya dalam musyawarah desa telah disepakati untuk pembangunan saluran irigasi yang masuk kedalam rencana pembangunan jangka menengah Desa (RPJMDesa) Cendoro.

Lebih lanjut Yuli sapaan akrabnya menjelaskan, hal tersebut sebagai upaya untuk mengembangkan sektor pertanian yaitu dengan meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, di antaranya pembangunan saluran irigasi pertanian tersebut.

“Kami berharap besar terhadap EMCL bahwa pembangunan saluran irigasi ini bisa suistainable atau berkelanjutan karena saluran irigasi di Desa Cendoro ada sekitar 2 km yang masih dalam bentuk saluran tanah. Tim Pelaksana yang dibentuk dengan memperhatikan keterlibatan perempuan baik dari wakil LPMD dan PKK,” pungkasnya. (Wan/Mam)