Berita Baru, Tuban – Bupati Fathul Huda resmikan gedung BMT ASA Tuban, pada Selasa (08/06). Acara tersebut digelar di jalan KH. Mustain No. 46 Tuban Kota dengan menerapkan protokol kesehatan.

Bupati Fathul Huda menceritakan jatuh bangun merintis BMT sebab ia turut serta mengawal pendiriannya.

“BMT ini dirintis sudah lama sejak tahun 2006,dulu kita belajar waktu itu bersama Pak Zen di Pati kemudian kita kirimkan ke Sidogiri untuk belajar kesana. Dan gak main-main ya, itu pensiunan BRI Alm. Pak Rahman,” tuturnya.

Lebih lanjut Bupati menilai, sekian tahun BMT ‘layahya layamut’ alias tidak hidup tidak mati. “Kalau ngak jalan dulu itu wajar. Waktu itu disimpulkan jika NU tidak bisa mengatur keuangan. Iya dimaklumi jika dulu BMT tidak jalan,” jelasnya.

Berita Terkait :  Remas Baitul Mukhlisin Adakan Kirap Santri Di Hari santri Nasional

Setelah mengalami proses yang tak sebentar untuk belajar pengelolaan BMT di dua tempat. Yaitu dua koperasi: Pondok Sidogiri dan KWSG (dua koperasi besar) yang memiliki omzet sudah ratusan millyar, dan sekarang bermetamorfosis seperti sekarang.

“Alhamdulillah sekarang memiliki beberapa cabang di kecamatan yang ada di Kabupaten Tuban,” tegasnya.

Tak lupa Bupati mengapreasi atas pencapaian hari ini, dengan mengucapkan rasa kebanggaannya, karena sekarang BMT sudah memiliki omzet 5 milliar.

“Semoga bermanfaat untuk warga Nahdliyin dan masyarakat Tuban secara umum. Karena Ini proyek monumental yang penuh makna,” harapnya.

Ia juga sampaikan keprihatinannya kalau NU hanya dikelola oleh orang yang punya duit. Sehingga bisa-bisa NU nanti dimanfaatkan oleh orang-orang yang punya duit.

Berita Terkait :  Internatinonal Camp & 3 Tahun Anniversary Celebartion Outing Sejumlah Mahasiswa Mancanegara Study Wisata dan Budaya di Tuban

“Lah, orang NU yang gak punya duit, biasanya ngamen. Siapa yang gak tahu, orang NU suka ngamen. Kalau NU seperti ini kan susah, maka dari itu NU harus mandiri,” tegasnya.

Bupati juga menyinggung, hari ini pihaknya di dunia usaha beberapa sektor bidang sudah dibangun, agar orang NU bangun.

“Kami tidak pernah bosan-bosan mbandani NU tekor, untuk bisa mandiri, kami juga pernah mengundang pakar dibidangnya,kemudian finance. Ini demi anak-anak NU, sumber dananya jelas. Tujuan saya, agar anak-anak NU mandiri,” tutupnya. (Wan/Mam)

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini