Berita Baru, Tuban – Sering kita jumpai jajanan Tape di berbagai tempat di sekitar kita. Mulai dari tape ketan hitam, ketan hijau dan berbagai jenis tape lainnya. Apalagi kota Bondowoso yang terkenal dengan kelezatan tape singkongnya. Namun kita tak perlu lagi jauh ke kota tersebut untuk menikmati tape yang enak, cukup ke Tuban. Kita sudah bisa merasakan tape singkong yang benar-benar lezat. ‘Tape Singkong Manis’ Khas Desa Klutuk Kecamatan Tambakboyo. Tekstur lembut, manis, dan tidak kering.

Asih, perempuan kelahiran Brebes 01 Juli 1989, yang kini menetap di Desa Klutuk Kecamatan Tambakboyo. Merintis usaha ‘Tape Singkong Manis’ semenjak tahun 2015. Berbekal pelatihan yang pernah ia dapatkan di Bondowoso dan pembinaa Diskoperindag.  Ia memulai usahanya secara mandiri.

Meski hanya lulusan pendidikan Sekolah Dasar (SD) tak menyurutkan semangatnya untuk berwirausaha. Dibantu dengan keluarganya produksi ‘Tape Singkong Manis’ dijalankan. Dalam  waktu 1 bulan saja mampu memproduksi  45 kwintal Singkong Kunir diolah menjadi tape atau setara dengan jumlah 3.600 besek. Dengan harga tape perbesek 12.000 rupiah. Yang membedakan tape singkong Tuban dengan Tape daerah lain yaitu pengunaan Singkong Kunir sebagai bahan bakunya. Alhasil produksi tape Tuban memiliki rasa yang lebih manis, tekstur tidak kering, dan tekstur lebih lembut ketika dinikmati.

Berita Terkait :  Label Beras BPNT Kecamatan Plumpang Sudah Sesuai Standart

“Biasanya kalau 1 kwintal singkong itu bisa jadi 80 besek, jenis singkong yang saya pilih berwarna kuning,” tutur Asih kepada tim Tuban.beritabaru.co Kamis, (08/10/20).

Selama ini pemasaran paling banyak baru sekitar Kabupaten Tuban, namun tak jarang juga luar Tuban tertarik pada  ‘Tape Singkong Manis’ Khas Klutuk ini. Seperti daerah Lamongan, dan sebagian besar wilayah Jawa Tengah.

“Ciri khas tape Klutuk yaitu rasanya legit dan basah, Itulah yang membuat konsumen tertarik,” tegas ibu anak satu ini.

Untuk pemanfaatan limbah kupasan singkong, Asih menjelaskan jika limbah tersebut dibuat penggemukan ternak sapi, biasanya dipesan ½  kuintal sampai 2 kuintal oleh para tetangga disekitar rumah produksi.

Meski terhitung usaha ‘Tape Singkong Manis’ berkembang perlahan, namun tidak dipungkiri berbagai macam kendala dikeluhkan terutama pemasaran melalui swalayan.

“Masih kesulitan masuk swalayan, namun kendalanya bukan saya sendiri yang memasukan. Pernah dijanjikan oleh Diskoperindag, untuk dibantu masuk ke suwalayan, namun sampai hari ini tidak ada tindak lanjutnya,” tutupnya. (Mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

fifteen + fifteen =