Berita Baru, Tuban – Korps Putri (Kopri) PC. PMII Tuban gelar Sekolah Kader Kopri (SKK) ke-II. Bertempat di Aula lantai 3 gedung Makhdum Ibrahim IAINU Tuban jalan Manunggal No. 10-12 Tuban. Jum’at (22/01).

Dalam Pembukaan pelatihan tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Rektor I IAINU Tuban, Ketua Kopri PKC Jawa Timur beserta seluruh tamu undangan yang terdiri dari seluruh komisariat dan rayon se-Kabupaten Tuban.

Nurul Aini selaku ketua Kopri PC.PMII Tuban dalam sambutannya mengatakan, agar kegiatan ini berjalan dengan lancar serta maksimal.

“Kepada seluruh peserta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh rangkaian acara, memperhatikan seluruh subtansi materi yang dibawakan oleh narasumber, yang nantinya bisa kita kolaborasikan dengan instruktur,” tuturnya.

Mengusung tema “Aktualisasi kader kopri dalam mengawal kearustamaan gender sebagai strategi pembangunan daerah”, Nurul Aini berharap output seluruh peserta setelah mengikuti pelatihan tersebut, mampu membentuk strategi pembangunan daerah, yang mana pembangunan daerah itu bukan sekedar fisik tetapi mampu membawa perubahan.

“Terutama mampu memberdayakan sesama perempuan, sehingga memberikan dampak untuk seluruh perempuan yang ada di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Mukaffi Makki: Kuatkan Prinsip Politik ke Umatan Untuk Kejayaan Tuban

Ketua kopri PKC Jawa Timur, Dini Adhiyati menambahkan bahwa kearusutamaan gender ini adalah gerakan eksternal, sesuai dengan gerakan kopri yang dua, politik dan sosial.

“Kita fokus pada sosial advokasinya, tinggal bagaimana nanti ini menjadi output sahabat-sahabat untuk kembali kedaerahnya,” tegasnya.

“Disinilah ruang dan peluang bagi kader kopri untuk mengambil bagian bisa kembali ke masyarakat” imbuhnya.

Ia juga mengatakan, bahwa kearustamaan gender ini bukan hanya berbicara keadilan dan kesetaraan saja (KKG) tapi kita harus mensingkronkan dengan Indeks pembangunan manusia (IPM) dan mengkolaborasikan dengan Gender Bagety.

Sebagai penutup, Wakil Rektor I IAINU Tuban, Imam Supriyadi juga menambahkan, bahwa tanpa mengikuti organisasi ketika nanti berkiprah di masyarakat akan merasa cangagung.

“Kita tidak bisa pungkiri peranan organisasi sangat penting, maka organisasi Pmii sebagai kaderisasi ini dapat mempengaruhi sahabat-sahabat bagaimana nanti ketika kembali di masyarakat tidak canggung, dan mampu berperan aktif serta lebih,” ujarnya.

Imam Supriyadi menegaskan, adanya pelatihan yang dilakukan Kopri PC PMII Tuban merupakan keharusan, Sebab Pmii merupakan organisasi pergerakan yang mampu membawa perubahan dalam tataran masyarakat. (Mam/Wan)

Facebook Comments Box
Iklan

Tinggalkan Balasan