Berita Baru, Tuban – Sejumlah Warga Desa Remen, Kecamatan Jenu, menggelar aksi di depan Terminal LPG Refrigerated, Selasa (14/9). Warga meradang, setelah perusahaan tersebut tidak memprioritaskan tenaga kerja di wilayah ring satu sesuai janjinya.

Tuntutan warga ke PT.KSO WIKA-JIND dan PT.AT-ASIA selaku rekanan pelaksana proyek pembangunan Terminal LPG Refrigerated, harus mempekerjakan warga lokal. Mereka menganggap, selama ini perusahaan tersebut tidak koperatif terhadap warga lokal.

Tamtomo Koordinator aksi menyampaikan, sampai dengan saat ini dari 200 tenaga kerja yang dibutuhkan, hanya enam orang warga lokal yang dilibatkan dalam proyek. Warga juga menyayangkan, ketika aksi yang dilakukan tidak di dampingi oleh Kepala Desa Remen

“Harusnya , warga lokal dilibatkan. Bukan dari orang luar. Lagi-lagi kita hanya sebagai penonton dirumah sendiri. Kita juga kesal, pak inggi tidak bisa ikut berjuang dengan kita,” ungkapnya”.

Dikonfirmasi lain tempat, Rusdiono Kades Remen, tidak banyak bicara, beliau hanya menjawab ketidak hadiran di tengah-tengah aksi karena ada acara di Mapolsek Jenu. “Saya ada acara di Polsek Jenu jadi tidak bisa mendampingi warga yang aksi” ujarnya

Berita Terkait :  Desa Tasikharjo Jenu Sambut Pemulihan Ekonomi Ditengah Pandemi

Sementara itu, Unit Manager Communication dan CSR Pertamina MOR V, Rustamaji saat dikonfirmasi membenarkan Pertamina ada kegiatan proyek Pembangunan Terminal LPG Refrigerated di Tuban. Hal itu, untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, khususnya suplai LPG untuk wilayah timur khususnya di Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara. Proyeknya langsung dikelola oleh Pertamina Pusat, dan rencana diserahkan ke MOR V setelah siap beroperasi.

“Aksi tersebut adalah dinamika tersebut adalah hal yang biasa. Namun info dari pelaksana pekerjaan di lokasi, pelaksana pekerjaan sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa, untuk memberdayakan warga lokal,” katanya.

Pertamina sebagai salah satu BUMN, akan selalu patuh pada regulasi dan peraturan perundangan yang berlaku, tentunya untuk rekrutmen tenaga kerja harus disesuaikan dengan kebutuhan, keahlian, dan ketaatan khususnya pada aspek HSSE, khususnya di masa Pandemi Covid-19. (Suw/Dur)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini