Foto: Abu Bakar Ba'asyir

Berita Baru Tuban, Jakarta — Australia turut berpendapat mengenai pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Ba’asyir, yang disebut menjadi otak dari bom Bali, rencananya akan dibebaskan dari penjara pekan ini.

Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne menyampaikan bahwa Indonesia harus memastikan bahwa Ba’asyir tidak akan memicu lebih banyak kekerasan saat dia dibebaskan nantinya.

“Kedutaan kami di Jakarta sudah menjelaskan keprihatinan kami bahwa orang-orang seperti itu dicegah untuk menghasut orang lain untuk melakukan serangan di masa depan terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” terang Payne dalam sebuah pernyataan.

Payne, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (5/1) melaporkan bahwa Australia sudah memberi tahu Indonesia untuk memastikan dia tidak lagi berbahaya bagi orang lain.

Sementara itu, sebelumnya Mabes Polri mengatajan akan terus memantau gerak-gerik dan aktivitas Ba’asyir meskipun yang bersangkutan sudah bebas. Pengawasan tersebut akan dilakukan oleh jajaran intelijen.

“Nantinya, jajaran intelijen akan terus melakukan pengawasan kepada orang-orang yang pernah melakukan tindak pidana terorisme,” terang Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan.

Berita Terkait :  Bupati Tuban Sebut Vaksin Teruji, Aman, Dan Halal

Polri, terang Ramadhan juga akan melakukan penjagaan ketika Ba’asyir bebas setelah menjalani masa tahanan 15 tahun penjara, pada Jumat (8/1/) nanti.

Lanjut dia, pengamanan ini merupakan tanggung jawab dan tugas Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat supaya berjalan kondusif.

“Jadi begini, ada atau tidak ada permintaan itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Polri untuk amankan situasi kamtibmas,” terang Ramadhan. Sumber: Beritabaru.co

Oleh: Moh. Junaidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini