Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

IKM di Tuban Sukses Tekuni Bisnis Kerupuk Olahan Laut, Omzet Puluhan Juta Perbulan

IKM di Tuban Sukses Tekuni Bisnis Kerupuk Olahan Laut, Omzet Puluhan Juta Perbulan



Berita Baru, Tuban – Seorang perempuan bernama Sri Kayatin (50) asal Desa Dawung, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, sukses menekuni bisnis kerupuk sejak tahun 2015. Pasalnya Industri Kecil Menengah (IKM) itu kini beromzet puluhan juta rupiah setiap bulan.

IKM dengan brand D’KAYAteen miliknya tersebut mampu mengolah hasil produksi laut menjadi kerupuk. Tak heran, jika usaha yang ditekuni itu kini mampu berbuah keuntungan.

“Pernah itu dapat hampir Rp 30 juta dalam sebulan, sedangkan untuk rata-rata sekitar Rp 12 juta, tapi itu belum keuntungan bersih. Harus dipotong bahan produksi, gaji pekerja,” ujar Sri Kayatin saat ditemui di rumahnya.

Pemilik IKM itu terlihat sedang sibuk di ruang dapur, menggoreng kerupuk di atas wajan dengan nyala api tinggi. Sesekali ia tampak mengecek dua pekerjanya yang berada di ruang depan, mencetak ukuran kerupuk yang akan diproduksi.

IKM di Tuban Sukses Tekuni Bisnis Kerupuk Olahan Laut, Omzet Puluhan Juta Perbulan

“Ya Alhamdulillah usaha yang saya rintis sejak tahun 2015 ini masih diberikan rezeki,” kata Sri Kayatin saat berbincangan dengan awak media, Kamis (20/9/2022).

Ia menceritakan kala itu belum sebesar sekarang, dulu hanya mampu memproduksi kerupuk tepung original satu macam saja, seiring dengan bergabungnya ke komunitas akhirnya mulai berinovasi menciptakan varian rasa lain.

Berkat ketekunannya, ibu tiga anak itu mampu eksis menjual kerupuk hingga mempekerjakan tiga orang untuk produksi. Kini hasilnya pun dapat terlihat, hampir setiap harinya ia terus berproduksi aneka macam kerupuk yang berbahan dari hasil laut.

“Kalau tidak tekun, tidak mungkin bisa bertahan sampai kini. Banyak teman komunitas dan dukungan dari pihak lain akhirnya bisa sampai sekarang,” ucapnya sambil mengemas kerupuk.

Lebih Lanjut, perempuan yang juga ahli bertani itu menjelaskan, adapun berbagai jenis kerupuk olahan laut yang dijual di antaranya cumi, ikan dan rajungan. Berkat kegigihannya, produksi kerupuk bisa terjual hingga luar pulau.

“Untuk harga semua varian kerupuk ukuran 100 gram yaitu Rp 10 ribu, sedangkan untuk rambak cumi Rp 15 ribu ukuran 80 gram, rengginang ukuran 200 gram Rp 15 ribu,” pungkasnya.