BeritaBaru, Tuban  – Puluhan anggota Karang Taruna ring satu PT Trans Pasific Petrocemical Indotama ( PT TPPI ) di Tuban Jawa Timur, menyegel pintu masuk pabrik, Kamis (22/01).

Aksi ini dipicu karena lemahnya komunikasi dari pihak perusahaan dengan warga lokal terkait banyaknya karyawan yang terpapar covid-19.

Selain itu warga juga resah lantaran adanya karyawan yang terindikasi positif covid-19 masih bisa keluyuran seperti biasa, sedangkan dari pihak perusahaan tidak ada perhatian sama sekali dengan masyarakat sekitar dan cenderung diam.

Koordinator aksi Ahmad Eko Budiono menyampaikan, agar warga Desa Remen Jenu ini diperhatikan, supaya perusahaan tidak terkesan mengabaikan masyarakat dengan adanya virus covid-19 yang ada didalam pabrik tersebut. Selain itu Dirinya juga meminta pihak TPPI memberikan vitamin penambah imun bagi warga yang terdampak.

“Selama ini warga sangat tidak diperhatikan sama perusahaan BUMN ini, padahal perusahaan sebesar TPPI harusnya lebih perhatian kepada masyarakat,” ujarnya

Lebih lanjut Budi sapaan akrabnya menerangkan bahwa sebelumnya Kartar juga pernah melayangkan surat himbauan untuk TPPI, supaya segera bertindak dan memberikan solusi kepada warga terkait keresahan yang dialami akibat adanya beberapa karyawan yang terpapar virus covid-19.

Berita Terkait :  Harlah NU 97, Ansor Senori Tanam Seribu Pohon

“Sebelumnya dari Karang Taruna Desa Remen juga sudah memberikan teguran melalui surat, tapi tidak ada tanggapan dari perusahaan,” tutur Pemuda yang juga sebagai ketua kartar Remen tersebut.

Sementara itu ditempat yang sama General Manager ( GM ) PT.TPPI Tuban,  Sugeng Firmanto menjelaskan terkait dengan protokol covid perusahaan sudah melakukan secara maksimal. Namun dirinya juga menyadari karena warga remen sering berinteraksi dengan karyawan sehingga ada yang terpapar virus covid-19.

“Kalau dari karyawan kita ada yang terpapar covid-19 maka akan langsung kita isolasi mandiri bagi yang tidak ada gejala,” ungkapnya

Disinggung banyaknya karyawan TPPI yang terjangkit virus corona, Sugeng sapaan akrabnya menjelaskan dari 724 karyawan ada 39 karyawan yang terpapar dan sekarang tinggal 9 yang terdeteksi masih positif.

“Yang disampaikan Kartar dibanner 100 pegawai yang terpapar covid itu tidak benar sama sekali,” pungkasnya. (Wan/Mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

six − one =