Berita Baru, Tuban – Komisi Pemilihan Umum (KPU) kabupaten Tuban gelar evaluasi pasca pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tuban yang dilaksanakan Desember 2020. Bertempat di lantai dua gedung KPU jalan Pramuka nomor 3, Tuban. Jumat (19/3).

Rapat dihadiri perwakilan Parpol, Ormas, Ormek, LSM maupun pemantau Pemilu diminta memberikan saran masukan yang nanti diperjuangkan di KPU RI, untuk menjadi rekomendasi perbaikan pada tahapan Pemilu serentak selanjutnya.

Ketua KPU Tuban, Fatkul Iksan menuturkan ada beberapa masukan tadi yang diberikan. Mulai terkait Sistem Partai Politil (Sipol) yang lumayan menunggu banyak waktu dalam sistemnya, dan juga beberapa tahapan dalam pelaksaan Pilkada 2020.

“Alhamdulillah ini menjadi rangkai terakhir, dari tahapan Pilkada 2020,” kata Fatkul Iksan.

Berita Terkait :  Tiga Desa di Kabupaten Tuban Deklarasi Sehat Mata

Ditempat yang sama, Nurul Amaliyah, KPU Provinsi Jatim yang juga hadir mengatakan, rapat hari ini menjadi sesuatu yang penting, melihat kegiatan kedepan Pemilu serentak 2024, banyak yang perlu dipersiapkan.

“Maka dibutuhkan waktu yang cukup. belajar dari pemilu 2019 hanya 20 bulan. Maka wacananya akan lebih diperpanjang lagi prosesnya,” kata Nurul Amaliyah.

Dalam regulasinya, pada November 2024 pemilihan Kepala Daerah serentak sudah dilaksanakan. Namun untuk Pemilu Legislatif dan Presiden belum ditetapkan kapan waktunya oleh KPU RI.

Seperti halnya Pemutakhiran data Pemilih (Mutarlih) akan dilakukan secara keberlanjutan. Tidak seperti tahun-tahun sebelummnya. Data pemilih disusun dalam mendekati waktu pemilihan. Namun, hari ini Pendafatran pemilih berkelanjutan. Disetiap bulannya KPU akan mengupdate di intansi dan yang lalinnya.

Berita Terkait :  PT SI Gelontorkan CSR, Untuk Penurunan Angka Kemiskinan

“Bisa kerjasama dengan sekolah atau dukcapil. Karena bisa didapat data dari banyak pihak untuk mengupgrade data pemilih,”
Berharap bisa diselesaikan sejak awal. Ada wacana juga TPS akan dipermanenkan. Karena itu, juga menjadi problem disetiap pemilihan. Karena terkadang, ada pemilih yang harusnya di TPS 1. Tapi datanya di TPS 2. Padahal lebih dekat dengan tempat yang pertama.

“Ini kita harapkan, ada partisipasi penuh dari masyarakat, untuk data pemilih yang berkualitas,” tutupnya.

Perlu diketahui, Pilkada serentak yang digelar 9 Desember 2020 berjalan sukses dan lancar. Dengan paslon nomor urut 02 Aditya Halindra Faridzky – Riyadi sebagai pemenang yang telah ditetapkan KPU Tuban. Meraih suara terbanyak dengan 423.236 pemilih. Sedangkan, paslon nomor urut 1 Khozanah Hidayati – H. Muhammad Anwar yang diusung PKB meraih suara 170.955 pemilih. Lalu paslon nomor 3 Setiajit-RM Armaya Mangkunegara meraih suara 110.998 pemilih. Paslon ini diusung PDI-P, Gerindra, PAN, PPP, dan PBB. Untuk jumlah suara sah tercatat 705.189 pemilih, suara tidak sah 15.900 pemilih. Sehingga total suara ada 721.089 pemilih dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Tuban sebanyak 944.021 pemilih. (Mam/Wan)

Berita Terkait :  Cegah Penyebaran Covid-19, Biasakan Cuci Tangan
Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini