Peranan pemuda hari ini menjadi tantangan tersendiri, sebab di era digital segala kondisi menuntut untuk upgrade pengetahuan. Jika tidak demikian akan menjadi pemicu kemunduran, yang di mana zaman sudah bergerak namun kita masih tenggelam dalam keterpurukan.

Menciptakan lapangan kerja suatu hal yang membanggakan. Selain bisa meningkatkan pendapatan terlebih bisa membantu perkonomian orang lain. Hal itulah yang menjadi motivasi terbesar Prasetya Bagus Wibawa. Pria kelahiran Desa Sendangharjo 17 Juli 1989.

Pria yang sehari-harinya akrab dipanggil Bagus menuturkan, jika pemuda harus semangat untuk berwirausaha. Karena dengan berwirausaha akan mampu mengeksplor kemampuan yang terpendam. Seorang pemuda tidak bisa berpangku tangan untuk menunggu lapangan kerja saja. Tapi harus berani bangkit untuk ambil bagian dalam membangun ekonomi.

Pemuda lulusan SMA Taruna Nusantara Magelang ini, memulai usahanya berlandaskan hidupnya harus bermanfaat untuk orang lain. Ia merasa pemuda adalah aset bangsa untuk saling bergotong royong membangun negeri maupun daerahnya.

“Harapan besar saya kepedanya seluruh pemuda Tuban harus belajar berdiri diatas kakinya sendiri,” ungkapnya.

Tantangan ekonomi global dewasa ini, menjadikan pemuda harus bergerak selangkah lebih maju.  Selain itu juga, demi menyambut Kabupaten Tuban kota industri. Tentunya ini menjadi peluang usaha yang besar bagi kaum muda. Jangan sampai nantinya pihak dari Tuban memiliki andil besar, jika nantinya pemuda daerah Kabupten Tuban bisa perkiprah, akan berimbas merubah budaya konsumtif masyarakat Tuban.

Berita Terkait :  Kapolri Imbau Semua Pihak Patuhi Protokol Kesehatan

UMKM Pemuda Aset Ketahanan Ekonomi Daerah

Sumber daya alam (SDA) di Kabupaten Tuban merupakan modal melimpah, jika tepat pengelelolaan demi kesejahteraan masyarakatnya. Peluang inilah harus dibaca para pemuda untuk mengeksplor kemampuannya dalam berwirausaha.

Seperti hanya Perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan, dan energi memberikan seluas-luasnya kesempatan bagi para pemuda untuk turut berperan serta dalam mengelola sektor-sektor pembangunan daerah melalui Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

“Pelaku usaha muda saya katakan harus berperan aktif, sebab kehadirannya bisa menjadikan pembangunan ekonomi lebih maju,’’ tutur Bagus sapaan akrabnya.

Banyaknya sarjana tak diimbangi dengan peluang kerja, menjadikan sebab banyak penganguran di Indonesia. Itu mempengaruhi tingkat kemiskinan masyarakat. Dan laju perekonomian tidak stabil.

Dengan potensi SDA yang besar tersebut, maka pengelolaan yang efektif dan efisien menjadi hal mutlak yang harus dilakukan para pemuda, sehingga dengan segenap potensi yang ada mampu memperkukuh struktur perekonomian Tuban dengan cara bersinergi dengan pemerintah.

Untuk mampu menggerakkan perekonomian dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perlu ada pendampingan, karena melihat kondisi yang ada, mereka kesulitan saat memulai usahanya. Pendampingan itulah bisa berasal dari komunikasi dengan pemerintah maupun berjejaring dengan pelaku usaha yang lain.

Berita Terkait :  Kapolri Terbitkan Maklumat Kepatuhan Protokol Kesehatan Pilkada 2020

“Bermitra dengan pemerintah, lalu kuatkan jejaring denga pelaku usaha yang lain. Dan yang paling penting adalah point goals usaha harus jelas. Baik menegement maupun eksekusinya,” tegasnya.

Disadari ataupun tidak, kini para pemuda yang berkecimpung di dunia usaha memiliki porsi perting dalam membantu perekonomian daerah maupun nasional stabil. Sebab menciptakan lapangan kerja sekaligus mengali potensi pemanfaat SDA lebih maksimal, serta pemberdayaan potensi SDM Tuban menjadi smart people dalam ikut bertanding di era 4.0 atau bahkan era 5.0 nantinya.

Refleksi Hari Jadi Tuban Ke-727: Pengusaha Muda Pondasi Perekonomian Masa Depan

Perayaan Hari Jadi Tuban ke-727 memberikan ruang untuk menyadari, betapa peranan pemuda dibutuhkan. Kondisi perekonimian yang tengah mengalami kegoncangan akibat pandemik Covid-19, mengharuskan ada solusi konkrit untuk membuat roda ekonomi terus berputar.

“Memasuki usia 727 tahun itu pertanda Tuban sangat dewasa dikatakan sebagai daerah, jadi pemuda harus sigap dan tanggap membaca peluang itu, memuncul UMKM yang nantinya turut serta melajukan ekonomi daerah,” tutur Bagus.

Bagus mengambarkan kondisi hari ini seperti bermain layangan. Harus pandai melihat cuaca dan kondisi alam. Yang artinya pemuda harus berani mengambil sikap dengan melihat situasi, kondisi, serta sumber daya yang ada. Jika tidak ambil kesempatan itu, maka pihak luar akan mengambil keuntungannya.

Berita Terkait :  JPPR Tuban Dorong Bawaslu, Segera Tindak Tegas ASN yang Tidak Netral

Di kabupaten Tuban sendiri, mulai banyak bermunculan pengusaha muda yang menekuni beragam bidang. Mulai dari pengusaha krupuk, pembuat kerajinan, hingga pembuatan aplikasi. Semuanya berkembang dan bersinergi dengan pemerintah.

Barang tentu, keterlibatan pemerintah menjadikan jalan berjejaring lebih luas, apalagi menentukan pasar. Keterbukaan itulah membuka ruang akses lebih mudah mengembang pasar baik di lingkungan daerah maupun internasional.

“Terpenting komitmen dan berani, tanamkan kepercayaan nantinya akan sukses usahanya,” ujarnya.

Semangat dan kesadaran atas potensi yang ada dalam diri seorang pemuda harus mencerminkan sikap para pendahulu Tuban. Yang memiliki motivasi tinggi dalam menumbuhkan perekonomian masyarakatnya. Salah satu contoh, Sudjono Putro Bupati Tuban dua kali masa jabatan. Bergerak melakukan inovasi pengairan demi keberlangsungan kehidupan para petani di masa silam. Dan bahkan sampai hari ini bekas peninggalan aliran air itu masih bisa dimanfaatkan.

Berkaca dari teladan pendahulu itulah, pemuda seharusnya bergerak memberikan solusi perubahan demi terciptanya ekonomi yang menyejahterakan. Pandai membaca peluang serta memanfaatkan potensi SDA dengan prefesional, itu kunci perubahan dalam membangun pondasi perekonomian masa depan. (*)

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini