Berita Baru, Tuban – Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Indonesia (PC PMII) Tuban lakukan demonstrasi di depan Gedung Dinas Sosial (Dinsos) setempat. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta kejelasan terkait Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang masih kurang layak diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Selasa (18/8).

Menurut Nurul Aziz Koordinator Lapangan (Korlap) masa aksi, “Jika masih terjadi pengiriman bahan pangan yang tidak layak konsumsi tetap dikirim, ini menunjukkan bahwa masih banyaknya mafia BPNT. Seperti yang terjadi di desa Socorejo Kecamatan Jenu. Kami dari PC PMII Tuban mengecam tindakan tersebut, dan Dinsos harus bertindak tegas,” Terangnya

“Kepala Dinsos harus melakukan evaluasi terkait dengan temuan ini, jika perlu Koordinator Daerah (Korda) Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) harus diganti. Karena sudah tidak mampu mengontrol supliyer yang nakal dan kami PC PMII Tuban juga menemukan bahwa, program BPNT dari tahun 2018-2020 di Tuban, ada sebanyak 250 KPM tidak menerima KKS atau bantuan,” tambahnya.

Ditambahkan Plt. Dinsos Joko Sarwono, “Jika barang yang diberikan tidak layak konsumsi, maka E-Waroeng atau KPM berhak menolak atau tidak menerimanya. Ia berharap masyarakat bersikap kritis dan belajar untuk tidak menerima begitu saja, jika memang barang yang diterima tidak layak untuk konsumsi. Harus ditolak, baik oleh KPM atau oleh E- Waroeng. Kalau dipaksa laporkan. Terkait pencopotan Korda itu bukan kewenangan kami, tapi itu kewenangan Kemensos. Ranah kami hanya bisa memberikan rekomendasi terkait pergantian Korda TKSK,” pungkasnya. (Wan)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini