Berita Baru, Tuban – Pengurus cabang pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tuban gelar Sekolah Pemikiran Islam (SPI) ke-1 di gedung PCNU Tuban Jl. Diponegoro No.17 Kingking Desa Latsari Kecamatan Tuban Kabupaten Tuban. Pada Rabu (3/02)

Dalam pembukaan Sekolah Pemikiran Islam (SPI) tersebut, turut dihadiri oleh Mabincab PC PMII Tuban, Wakil sekretaris PCNU Tuban beserta seluruh tamu undangan yang terdiri dari seluruh Komisariat dan Rayon se-Kabupaten Tuban.

Mengambil tema “Mempertajam Basic Ideologi Kader Melalui Nalar Kritis Khazanah Keilmuan”, PMII sebagai Kader Mudanya Nahdlatul ulama harus selalu meneguhkan ideologinya.

Chanif Muayyat selaku ketua PC PMII Tuban dalam sambutannya menyampaikan, PMII sebagai keynote speaker Nahdlatul ulama dan keynote speaker aswaja di kampus, maka hari ini kader PMII harus mampu mematangkan kajian dan keilmuannya.

“Dengan banyaknya Ideologi yg masuk di negeri tercinta ini. Kita secara bersama-sama mematangkan diri, sehingga terwujudnya kader ideologis, yang tak mudah terombang-ambing,” Ungkapnya.

Pria kelahiran Jenu tersebut, tak lupa berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti dengan sungguh-sungguh seluruh rangkaian acara, memperhatikan seluruh materi yang ada.

Berita Terkait :  KPR Tuban Closing Sekolah Paralegal di Desa Socorejo

“Semoga kegiatan ini berjalan dengan lancar dan nantinya tercetak kader-kader ideologis yang dimiliki PMII dan NU khususnya,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Sullamul Hadi selaku Mabincab PC PMII Tuban menuturkan, bahwa pelatihan – pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan, khususnya untuk kader-kader PMII, karena melihat keadaan sekarang semakin banyaknya ideologi yang mencoba merusak keutuhan NKRI.

“Saya sangat mengapresiasi dengan SPI yang diadakan oleh PC PMII Tuban ini. Ini adalah program sangat inovatif,” ungkapnya.

“Semoga ke depan PMII mampu menjadi organisasi yang secara kuantitas terbesar dan secara kualitas pun secara besar,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, dihadiri perwakilan PCNU Tuban, Jamal Ghofir juga berpesan, bahwa kalau kalian ingin menjadi mahasiswa jadilah mahasiswa yang baik, kalau ingin menjadi aktivis jadilah aktivis yang baik.

“Proseslah yang sungguh-sungguh jangan menjadi kader yang pragmatis,” ungkap wakil sekretaris PCNU Tuban tersebut.

Lebih lanjut, Jamal Ghofir menambahkan, mahasiswa ataupun aktivis yang baik adalah bagaimana ada tanggungjawab – tanggungjawab yang harus dipenuhi.

Berita Terkait :  Warga menilai BST Sangat Membantu Mereka Disaat Pandemi Covid-19

“Sekolah pemikiran Islam ini baru pertama kali di adakan oleh PC.PMII Tuban namun harapan saya semoga bisa dilaksanakan tiga kali dalam satu periode kepengurusan,” tutupnya. (Mam/Wan)

Facebook Comments Box
Iklan

Tinggalkan Balasan