Berita Baru, Tuban – Menanggapi beberapa kejadian viral di sejumlah media sosial yang mencatut nama salah satu desa di Kabupaten Tuban, terkait warganya yang mendadak menjadi milyader setelah mendapatkan uang ganti rugi pembebasan lahan. Bupati Tuban angkat bicara pada kegiatan Penanaman Cemara laut oleh PT. Pertamina Rosneft Pengolaham dan Petrokimia (PRPP) di Mangrove Center Jenu, Rabu, (17/02).

Bupati Tuban Fathul Huda memberikan pesan kepada masyarakat adanya uang ganti-rugi yang telah disalurkan oleh Pertamina mampu dikelola dengan bijak.

“Seperti dengan membuka usaha jangka panjang, sembari melihat peluang geliat ekonomi dari dampak adanya mega proyek Pertamina Rosneft ke depan,” tuturnya.

Bupati Huda mengakui jika Pertamina telah banyak menaruh perhatian kepada Tuban, dalam hal menyalurkan CSR atau tanggung jawab sosial di berbagai bidang. Mulai bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

Bupati Tuban H Fathul Huda mengingatkan, agar warga desa terdekat Kilang Tuban tidak berpatokan pada penyerapan kerja proyek, namun harus memanfaatkan peluang lain dari multiplier efek dari proyek tersebut.

Berita Terkait :  Sendang Asmoro Sepi, Pendapatan Pedagang Menurun

“Banyak peluang yang bisa diciptakan dari adanya proyek Kilang Minyak Pertamina Rosneft yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat. Jika semua masyarakat ring satu ingin bekerja di proyek NGRR, perusahaan tidak akan bisa mencukupi,” ucapnya.

Menurut Bupati Huda, penyerapan tenaga kerja pertama untuk pembangunan konstruksi yang memakan waktu 5 tahun. Setelahnya untuk pegawai tetap, tidak mungkin menampung seluruh warga terdekat karena dibutuhkan 2.000 orang untuk mengisi posisi strategis sesuai kebutuhan. (Mam/Wan)

Facebook Comments Box
Iklan

Tinggalkan Balasan