Berita Baru, Tuban – Belum berakhirnya wabah Covid-19 menghantam Indonesia, menambah daftar panjang kelesuan yang dialami pendidikan dan ekonomi.

Rencananya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang akan dilakukan di Januari harus tertunda kembali, dengan alasan belum terkendali virus dan bermunculannya varian baru dari virus tersebut.

Diberitakan awal bidang pendidikan akan memulai aktifitasnya bulan Januari membuat sejumlah toko yang langganan menjual peralatan sekolah merasa senang. Namun, adanya siaran pers Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Republik Indonesia No. HM. 4.6/02/SET.M.EKON.3./0/2021 dan instruksi menteri dalam negeri nomor 01 tahun 2021 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan untuk pengendalian penyebaran Virus Corona Desease 2019 serta surat edaran gubernur Jawa timur nomor 800/120/204.3/2021 tentang sistem kerja selama masa PSBB bagi aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah provinsi Jawa Timur.

Salah satunya yang dirasakan Toko Purnama timur alun-alun Tuban mengalami dampak yang sangat besar adanya Covid-19 ini.

“Tidak ada yang sekolah otomatis ya tidak ada yang membutuhkan peralatan sekolah, seperti seragam, buku dan lain-lain,” ungkap Umdatun Nisa.

Berita Terkait :  Karang Taruna Kecamatan Jenu Gelar Pra Raker II

Umdatun menuturkan, jika ketika menjelang proses pembelajaran di sekolah bisa mendapatkan penghasilan 25 juta. Sedangkan untuk tahun ini hanya 1 juta.

“Sangat jauh turunnya, harian saja dapat 200 ribu sulit, karena gak ada yang nyari peralatan sekolah. Paling-paling hanya peralatan satpam dan aksesoris,” tuturnya. (Mam/Mam)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

seven + 11 =