Berita Baru, Tuban – Musim kemarau sudah mulai melanda di Kabupaten Tuban. Sebagian daerah yang menjadi langganganan mulai mengalami krisis air bersih. Salah satunya Kecamatan Grabagan. Ditempat tersebut merupakan daerah yang paling parah merasakan dampak dari adanya musim kemarau.

Lahan pertanian yang mengering membuat daerah yang masyoritas sektor pertanian sebagai mata pencaharian hanya bisa berharap solusi dari pemerintah. Pasalnya persoalan kekeringan hingga krisis air bersih adalah masalah yang setiap tahun terjadi.

Salah seorang warga Dusun Timang Boro, Desa Grabagan Aji Santoso mengungkapkan, permasalahan ini harus ada perhatian serius dari pemerintah. Baik dari pemerintah desa, kecamatan maupun pemerintah daerah.

“Permasalahan terkait dengan kekeringan yang terjadi diwilayah Grabagan, bukan permasalahan baru, sehingga pemerintah daerah harus mencari solusi bukan hanya jangka pendek, namun harus ada solusi jangka panjang” ungkap Aji

Masih menurut Aji, ada sekitar 530 KK atau 1.700 jiwa penduduk yang paling terdampak adanya musim kemarau, karena tidak terjangkau pipa PDAM. Selama ini, penduduk setempat menggantungkan air hujan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun pada saat musim kemarau datang mereka harus bersusah payah mengambil air dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

Berita Terkait :  Tingkatkan Program Kerja, LAZISNU Tuban Rumuskan Dana 15 Miliar Tahun 2020

Sementara itu, Kepala Stasiun kelas II BMKG Tuban, Rofiq saat dikonfirmasi membenarkan, kalau saat ini sudah memasuki musim kemarau diprediksikan mulai Agustus hingga November. Sedangkan untuk lamanya, tahun ini kemarau diperkirakan Tuban wilayah tengah dan utara mundur 1 dasarian sampai dengan akhir November awal musim hujannya. Selanjutnya untuk daerah Tuban Selatan di dasarian dua.

“Mungkin ada keterlambatan musim hujannya, sekitar satu bulan,” katanya

Ditempat yang lain, Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Yudi Irwanto saat dikonfirmasi mengatakan, sampai detik ini ada beberapa kecamatan yang sudah mengajukan pasokan air bersih. Ada sekitar 55 desa di 11 kecamatan yang ada, yakni Semanding, Grabagan, Rengel Soko, Parengan da Merakurak. Kemudian Montong, Senori, Jatirogo, Kenduruan dan Palang.

“Baru hari Senin (14/9/2020) kemarin Camat Sekabupaten Tuban, kami minta usulannya. Dan masih di Asesment oleh petugas mas, kata Kalaksa BPBD: Yudi Irwanto

Dari data BPBD Tuban, pada tahun 2019 hingga bulan oktober 2019, terdapat 38 Desa dari 11 kecamatan yang mengalami kekeringan hingga krisis Air Bersih . (Wan/Dur)

- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini