Berita

 Network

 Partner

SMK Manbail Futuh, Desiminasi Sekolah Pencetak Wirausaha

SMK Manbail Futuh, Desiminasi Sekolah Pencetak Wirausaha

Berita Baru, Tuban – Menjadi sosok tangguh dalam berbisnis atau berwirausaha bukan secara instan didapatkan. Perlu adanya pembekalan kemampuan serta pelatihan yang mendukung, supaya mampu memulai dan mengembangkan usahanya secara maksimal.

Kaitannya dengan dunia wirausaha, SMK Manbail Futuh Jenu Kabupaten Tuban melakukan rangkaian trobosan untuk mempersiapkan calon wirausahawan yang dimulai dari sekolah.

“Saat ini kita di SMK Manbail Futuh lagi fokus untuk mempersiapkan wirausaha,” ucap Kepala SMK Manbail Futuh, Mohammad Maghfrur Arifin ditenggah pemberian materi kepada siswanya.

SMK Manbail Futuh Jenu Kabupaten Tuban secara resmi melaunching kegiatan Student Enterpreneur Club (SEC) dan desiminasi sekolah pencetak wirausaha. Dalam launching tersebut digelar pada Sabtu (11/9) dan dilanjutkan kegiatan desimasi hingga Minggu (12/09/2021).

Kepsek yang sekaligus pemateri dalam desiminasi sekolah pencetak wirausaha memberikan materi Mindset Kewirausahaan menerangkan, ada 3 arah Anak SMK yaitu BMW. Artinya, bekerja, melanjutkan kuliah dan wirausaha.

Adanya Student Entrepreneur Club (SEC), Ia berharap bisa mencetak calon wirausahawan yg dimulai dari sekolah. Sehingga, SMK Manbail Futuh tidak hanya mencetak calon tenaga kerja terampil yang siap bekerja. Akan tetapi, juga mencetak calon pengusaha yang menciptakan lapangan kerjanya sendiri.

Berita Terkait :  Yayasan Al Hikmah Binangun, Gelar Upacara Hari Santri Nasional

“Semua ini sudah sesuai dengan jargon SMK Manbail Futuh, yakni Bekerja, Mandiri, Berprestasi, Berbudi pekerti,” jelasnya.

Dihadapan peserta, Maghfur Arifin mengatakan, memulai bisnis sejak dini adalah suatu yang sangat penting. Karena lapangan kerja di luar sana tidak bisa diharapkan dan persaingan pun sangat ketat.

“Dalam berbisnis harus memiliki visi yang jelas dan selalu mempertimbangkan High Risk dan Low Risk dari setiap bisnis yang dlakukan,” sarannya.

Rifqi Mukhlason pemateri lain yang menyampaikan, pemasaran produk yang paling penting adalah mengenal dan memahami konsumen atau pelanggan. Tak hanya itu, sebaiknya produk yang dijual harus sesuai dengan keinginan konsumen atau pelanggan. Sehingga, produk tersebut terjual dengan sendirinya.

Berita Terkait :  Peringati Hari Bhayangkara ke 75, Polres Tuban Gelar Upacara Secara Virtual

“Ada beberapa konsep pemasaran, yaitu konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial dan konsep pemasaran global,” detailnya.

Muh Mubin SE sebagai pemateri perencanaan bisnis mengungkapkan, dalam merencanakan sistem bisnis harus mempertimbangkan unsur POAC. Karena ini semua sebagai senjata dalam pelaksanaan bisnis. Sehingga, langkah dan bisnis yang akan diperankan sudah harus sesuai dengan rencana serta pengamatan yang jelas.

“Seperti mengambil langkah Market Nicher adalah pilihan tepat sebagai pebisnis pemula yang harus memilih pangsa pasar. Dan mungkin tidak ada atau belum berkembang di pangsa pasar,” uraianya.

Sedangkan, pemateri terkahir Afrizal Rizqullah dari Relawan TIK Kabupaten Tuban menerangkan, konten dan visual digital dalam dunia marketing hari ini sangat berpengaruh. Bahkan, menjadi sesuatu yang harus, sebab dalam rangka era digital.

“Digital marketing menjadi kemudahan tersendiri mengingat banyaknya konsumen yang tentunya informasi serta media dari smartphone sangat menjadi pilihan utamanya,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Warga menilai BST Sangat Membantu Mereka Disaat Pandemi Covid-19

Ketua Pelaksana Program, Fatkhul Niam, mengatakan kegiatan ini diselenggarakan selama dua hari dan difokuskan pada pelaksanaan launching serta desiminasi program kepada siswa. Sedangkan, hari kedua para peserta difokuskan pada optimalisasi pengajuan bisnis plan dan permohonan pengajuan modal.

“Total seluruh yang hadir ada 16 peserta. Terdiri dari siswa siswi yang berlatar belakang memiliki usaha. Mulai penjual pulsa, penjual makanan, kosmetik, pakaian hingga warung dan cafe,” tutur Niam sapaan akrabnya.

Menurutnya, siswa yang sudah diberikan pelatihan melalui desiminasi harapannya akan berjuang pada bisnis plan dan proposalnya. Tujuannya, agar sekolah mampu dan yakin untuk memberikan modal usaha. Terutama, terhadap siswa-siswi yang mengharapkan dukungan.

“Ada nominal sekitar Rp 50 juta yang bisa dimanfaatkan siswa siswi. Modal itu sebagai upaya sekolah memberikan dukungan modal usaha kepada siswa siswi yang sangat layak dan siap berkembang. Baik secara usahanya untuk maju dan berhasil,” pungkasnya. (Mam/Wan)