Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Ada yang Harus Menahan Lapar saat Antre Minyak Goreng Curah di Pasar Baru Tuban

Ada yang Harus Menahan Lapar saat Antre Minyak Goreng Curah di Pasar Baru Tuban



Berita Baru, Tuban – Masyarakat Kabupaten Tuban rela mengantre berjam-jam di Pasar Baru Tuban untuk mendapatkan minyak goreng (Migor) curah sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Minyak goreng yang didatangkan di Pasar Baru Tuban itu secara spesifik diperuntukkan untuk pedagang, tapi karena beberapa hal sehingga juga bisa dibeli warga pada umumnya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Beritabaru.co, Tuban, untuk pembelian minyak goreng curah bersubsidi ini masing-masing pedagang dibatasi maksimal 20 liter.

Selain itu, warga yang mengantre minyak goreng curah di Pasar Baru Tuban juga harus diabsen satu-persatu untuk menjaga ketertiban dan menghindari kerumunan.

Tak hanya itu, ada juga beberapa warga nampak berteriak kelaparan lantaran dari sore hingga malam hari masih mengantre minyak goreng tersebut.

Ketua Himpunan Paguyuban Pasar Baru Tuban, Agus Abdullah, menyampaikan, ada 6.000 liter minyak goreng curah bersubsidi yang hari ini didatangkan Diskoperindag di Pasar Baru Tuban.

Seharusnya minyak goreng curah ini dibagi 2 pasar yaitu, pasar Jatirogo dan Tuban. Namun karena datangnya minyak terlalu sore sehingga dengan amat sangat terpaksa dari pasar Jatirogo menolak.

“Tadinya mau dibagi di dua pasar yaitu, pasar Jatirogo dan Tuban tapi karena datangnya minyak kesorean sehingga dari pasar Jatirogo menolak dan akhirnya segala sesuatunya dialokasikan ke pasar baru Tuban,” ungkapnya, Rabu (23/3).

Indah, salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban, harus mengantre dari sore hingga malam hari hanya untuk mendapatkan minyak goreng curah 20 liter.

Meski demikian Ia merasa dengan adanya minyak goreng curah seharga Rp 14.000 per liter ini sangat membantu pedagang  yang kesulitan mendapatkan minyak goreng.

“Di saat harga minyak kemasan melambung tinggi ada minyak curah dengan harga murah jadi kami sangat senang sekali mas. Ini sangat membantu kami,” ujarnya kepada Beritabaru.co, Tuban.

Ia juga menuturkan, sebelum adanya minyak goreng curah yang di datangkan oleh dinas terkait pedagang mengalami kesulitan mendapatkan minyak karena barang tersebut sering kosong.

“Susah kemarin itu, ada minyak goreng bersubsidi tapi barang selalu kosong sedangkan sekarang barang banyak tapi harga melambung tinggi,” tutur Indah.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat ini minyak goreng kemasan mengalami kenaikan harga setelah pemerintah mencabut HET. Meski stok barang cukup memadai tetapi warga enggan membeli.