Berita Baru Tuban, Jatim – Perlu kita ketahui bahwa penguatan ekonomi nelayan, melalui koperasi, adalah mandat Undang-Undang No.7/2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam. Keberadaan Koperasi sangat penting guna memperkuat sektor ekonomi nelayan, maka dari itu koperasi harus ada disetiap kampung-kampung nelayan.

Mengingat penghasilan nelayan yang tidak menentu serta sebagian besar profesi nelayan adalah profesi utama dan tunggal. Sehingga ketika cuaca tidak mendukung untuk melaut, nelayan hanya berdiam diri, sedangkan kebeutuhan tetap ada.

Selain faktor cuaca, nelayan juga sering dihadapkan dengan bahan bakar serta peralatan yang kurang mendukung. Perpres 191 Tahun 2014 menyebutkan pengadaan jenis BBM tertentu untuk konsumen usaha perikanan, nelayan ini diperuntukkan bagi kapal di bawah 30 GT.

Salah satu Koperasi Jasa Bahari Enam Empat yang dikelola KNTI Dusun Kedungcowek Kelurahan Nambangan Kota Surabaya sudah berjalan empat tahun dan mampu memberikan dampak positif kepada nelayan tradisional sekitar.

Ketua Dewan Pengurus Daerah KNTI Jatim, Munir mengatakan jika koperasi yang kini dikelola sudah berjalan di bidang alat nelayan.

Berita Terkait :  FITRA Jatim: Pemerintah Daerah Harus Transparan Kelola Anggaran Covid-19

“Koperasi ini beranggotakan 165 orang, dan sudah berjalan 4 tahun. SHU setiap tahun 15 juta,” tegasnya.

Lebih lanjut Munir menjelaskan, KNTI Kedongcowek memiliki agenda terdekat silaturahmi dan musyawarah terkait issu nelayan tradisional untuk nelayan yang menjadi anggota.

“Nanti, pertengahan bulan Ramadhan kita adakan survey pada nelayan tradisional, Setelah itu, kita coba komunikasi pada pemerintah wali Kota Surabaya,” tutur Munir.

Tak lupa Munir berharap nantinya pemerintah bisa didorong sama-sama untuk merespon apa yang menjadi kebutuhan nelayan tradisional di Dusun Kedongcowek.

“Sinergitas dan komunikasi baik dengan pemerintah harus menjadi titik utama juga,” tegasnya.

Munir menambahkan, dulu aktifitas koperasi tersebut sebelum berkembang seperti ini, menurut penuturan kisahnya, jika nelayan tradisional Nambangan pernah mendapatkan bantuan 1 Milyar, namun oleh koperasi dikembalikan. Karena dulu belum memiliki pland untuk pengelolaan uang sebesar itu.

“Pernah dari dinas hampir tidak percaya. Sehingga dengan melihat kondisi yang sebenarnya, KNTI Nambangan sering dijadikan tempat riset oleh perguruan tinggi negeri,” jelasnya.

Selain itu Habib Musthofa selaku fasilitator dari FITRA Jatim menuturkan, sebagai penguatan kapasitas masyarakat nelayan, pada bulan April 9-10 tahun 2021 ini nanti akan diadakan sekolah anggaran untuk masyarakat nelayan.

Berita Terkait :  Gagal Maju, Agus Maimun Kini Dukung Dadi di Pilkada Tuban 2020

“Kita ingin masyarakat nelayan juga tahu apa yang menjadi haknya. Sehingga pos-pos APBD Kota Surabaya juga kita bedah sama-sama melalui sekolah anggaran,” tutur Habib.

Lebih lanjut Habib menambahkan, di masa-masa sulit sekarang ini, di masa pandemi Covid-19 nelayan tradisional sangat merasakan dampaknya.

“Kegiatan yang kita lakukan ini untuk mendorong pemerintah daerah memiliki perhatian khusus terhadap nelayan tradisional,” pungkas Habib. (Wan/Mam)

Facebook Comments Box
Iklan

Tinggalkan Balasan