Berita

 Network

 Partner

Aulina Umazah: Pemuda Harus Menjadi Aktor Perubahan

Aulina Umazah: Pemuda Harus Menjadi Aktor Perubahan

Berita Baru, Tuban – Aulina Umazah, gadis bertempat tinggal di Desa Kesamben Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Menganggap seni dan wisata sudah menjadi bagian tak terlepaskan dari hidupnya. Baginya kedua hal tersebut adalah anugerah yang patut kita jaga dan lestarikan.

Aulina menambahkan, seni dan keindahan alam bagaikan dua tetesan air surga yang menyejukkan. keduanya selalu menyimpan potensi yang patut selalu dikembangkan, hingga memunculkan berbagai seni baru dan wisata-wisata baru .

“Saya selalu kagum dengan Indonesia, seni dan keindahan alamnya luar biasa. Hampir disetiap desa memiliki potensi alam yang mengagumkan,” tutur Aulina sapaan akrabnya di depan tim Tuban.beritabaru.co Minggu, (11/10/2020).

Segudang prestasi pernah ia raih dalam dua bidang tersebut. Diantara, meraih juara 1 ajang Muda Sadar Budaya dan Pariwisata (Sabudarta) di Universitaa Malang akhir 2018, wakil Indonesia dalam ajang Asia World Model United Nations (AWMUN) III.

Berita Terkait :  Fikih Bencana ala Rahmawati Husein

Menjadi aktor utama pertunjukan ‘Lutung Gandrung dan Suminten Edan’ karya sutradara Kirun CS, lakon utama pertunjukan ‘Hanya Satoe Kali’ karya sutradara Lam Baroz, aktor utama pertunjukan ‘Sarip Tambak Oso’ bersama Ludruk Karya Budaya Mojokerto, dan masih banyak lagi prestasi di kedua bidang tersebut.

Gadis lulusan S1 UNESA Jurusan Sandra Tasik dan kini menempuh pendidikan S2 di Unesa Jurusan Pengkajian Seni Budaya. Di tengah padatnya perkuliahan, kini menjalani aktifitas di Dinas Pariwasata Jawa Timur sekaligus menjalani karir di TVRI Jawa Timur sebagai reporter dan presenter.

“Dimana pun saya berada, saya harus berkembang dan bermanfaat. Karena kelak itu yang memberi hal positif bagi kehidupan nantinya,” tegas Aulina.

Berita Terkait :  140 Peserta Berebut jadi Duta Pemuda Tuban

Di tengah pandemi ini, gadis kelahiran Surabaya 21 Juni 1997 tengah disibukkan dengan mengisi berbagai seminar dan kegiatan sosial.

“Dalam waktu dekat insya allah bareng Pak Emil Dardak mengisi seminar tentang pemberdayaan anak muda,” ungkapnya.

Selain itu Aulina membuat omunitas Anak Desa Bisa (ADB), sekaligus menjadi Foundernya. Pemberdayaan pemuda untuk berperan aktif kegiatan sosial dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di Desa Kesamben. Seperti, Jumat sosial, Pelatihan ngomong Jowo, Public Speking dan berbagai kegiatan edukatif lainnya.

“Saya selalu percaya, generasi muda adalah masa depan bangsa. Maka untuk mencapai itu, generasi harus mempersiapkannya dengan baik. Salah satunya dengan membuat komunitas yang berperan aktif di masyarakat,” tutupnya. (Mam/Dur)

Berita Terkait :  Dua Pendiri NU Menjadi Nama Jalan Di Tuban